Banner : Labeling Banner

Dari sekian banyak tautan blog (blogroll) yang dimunculkan tentunya kita tahu bahwa ada bentuk tautan bergambar, atau biasa kita sebut dengan banner. Menilik bentuknya yang berupa tampilan grafis pastinya kita dengan leluasa menorehkan tulisan atau gambar hingga dipandang lebih menarik ketimbang tautan berupa teks biasa.

Tak cukup dengan teks bertuliskan nama blognya, pemilihan warna yang mencolok hingga bentuk animasi terkadang dipilih untuk mempercantik bentuknya. Pasti dengan harapan agar penampilan banner akan lebih mudah menarik perhatian pengunjung, terutama para blogger yang ‘demen’ mengunjungi blog lain. Asas kebebasan berkreasi memang diobral bila hendak mencipta banner. Kita bisa menggunakan piranti pengolah gambar semampu kita. Beda dengan misalnya tautan berupa teks yang biasanya diberi nama tautan yang tergantung pada pemilik blog yang hendak memasang tautan blog kita. Efek lainya yang tak kalah seru adalah adanya kemudahan pemasangan kode HTML dari banner agar lebih mudah diaplikasikan ke blog lainnya.

Satu hal yang mesti dijaga demi menunjang efektifitas pemasangan banner adalah pemberian nama atau pelabelan blog. Sebegitu canggihnya kemampuan pengolah gambar hingga terkadang kita melupakan satu hal yang patut diusung untuk melenggangkan tujuan mengenalkan blog melalui banner. Yakni identitas blog.

Berikut adalah salah satu contoh kejadian yang pernah ditemui edittag. Tampilan berikut akan lebih memudahkan maksudnya :

Keduanya nampak menggunakan identitas yang sama dalam bannernya. Yaitu ‘blog tutorial’. Ok, sekarang semua orang bisa dengan mudah mengetikan kedua kata tersebut ke dalam bannernya. Kemudian dipasanglah di blog kita, begitu ada teman yang tertarik untuk memasangnya maka muncullah banner kreasi kita disana. Lalu suatu saat teman tadi juga berkunjung ke blog lain. Disitu juga muncul banner dengan label yang sama namun untuk rujukan blog yang berbeda. Apakah kiranya teman kita tadi langsung memasangnya begitu saja mengingat banner dengan tulisan yang sama juga telah dipasang di blognya?

Kemungkinan paling logis adalah keenggananya untuk memasang banner tadi. Terbayang akan keheranan pengunjung blognya bila menemukan dua banner dengan label sama dalam blog yang sama namun alamat yang berbeda. Ini tentu sebuah kesiasian yang sangat disayangkan. Banner kita pun urung lebih banyak dipasang di blog lain hanya masalah label. Itu pun terhitung lebih beruntung daripada disebut peniru. Wah, jangan sampai deh….niatan yang baik hilang karena dugaan tak beralasan.

Nah, efek bagi pengunjung blog menjadi alasan utama mengapa perlu lebih teliti dalam memasang label yang akan dipasang. Edittag tak bermaksud untuk menyinggung blogger lain. Toh kini blogger lebih bijak untuk memilih mana yang terbaik untuk blognya. Efektivitas pemasangan banner menjadi pemicu utama untuk menulis artikel ini. Jadi tak ada maksud lain selain sebagai pembelajaran.

Kita tak akan membahas blog siapa yang paling pantas diaku tepat sesuai label pada bannernya, hanya ada baiknya memikirkan hal berikut sebelum membuat banner blog :

1. Berilah nama yang unik pada pelabelan banner.
Kata unik tentu mengandung makna perbedaan. Apakah kita dengan mudah menganggap apa yang nanti kita tulis akan berbeda dengan yang lain?. Agak sulit y? Sebenarnya kita tak perlu risau akan hal ini. Gunakan saja nama yang kita gunakan pada blog kita. Bila kita memiliki blog di Blog*spot pasti alamat blog kita tak akan pernah sama dengan lainnya. Gunakan saja nama tadi untuk memberi label pada banner. Tentu ini sejalan dengan kegunaan banner sebagai representasi (perwakilan) blog kita sendiri, bukan perwakilan blog milik orang lain kan?.

2. Gunakan warna utama (primary color) blog sendiri sebagai warna kombinasi banner.
Tentu blog kita memiliki kekhasan dengan pemilihan warna. Bila blog kita didominasi warna pink tentu akan lebih “senyawa” bila banner kita juga didominasi warna yang sama. Ini juga lebih memudahkan bayangan blog yang akan dikunjungi oleh pengunjung yang hendak mengklik banner kita.

3. Pasang logo blog kedalam banner.
Ini juga akan lebih memaksimalkan kesan “pribadi” blog pemiliknya. Logo akan lebih diingat menjadi “barang yang sangat pribadi”. Jadi bila kita memiliki logo, gabungkan saja dengan label yang ada di banner.

4. Gunakan banner ukuran lebih besar bila kita memiliki blog berlabel panjang.
Selain banner dengan ukuran 80*15 pixel, banner juga sangat akrab dilihat pada ukuran 81*56 atau 120*60 pixel. Area lebih luas akan lebih cocok untuk memuat label dengan kata-kata lebih banyak. Ada baiknya pertimbangkan ukuran file bila kita memilih ukuran lebh besar. Atau bisa pula minimalkan animasi agar gambar banner lebih cepat dimuat kedalam halaman blog.

Ayo, kreasikan bannermu agar lebih berhasil mendulang pengunjung!
Add to Technorati Favorites

7 pemikiran pada “Banner : Labeling Banner

  1. Sebegitu jelinya Mas Agus.
    Salut.
    Saya sendiri tidak memperhatikan, padahal kedua banner tersebut saya pasang pada blog saya. Berdekatan pula.
    Mas Agus bikin banner pake apa?
    Saya pake Powerpoint, kan bisa disave ke *.jpg atau *.gif.
    Maksud saya bikin banner sedemikian gampangnya. Pake Paint juga bisa.
    Ngapain pake yang gratisan yang memungkinkan duplikasi seperti yang Mas Agus ungkapkan.
    Saya juga gak bermaksud menyinggung blogger lain lho Mas Agus.
    Saya kira yang berhak adalah yang duluan.
    Tapi dalam hal ini kan ada perbedaan warna.
    Sip, Mas Agus.
    Thank’s udah makin membuat mata kami kian awas terhadap hal2 seputar blog.
    Jazakallah khairan.

    Suka

  2. Mo tambah satu tips lagi kang…boleh khan?

    &187; Adalah lebih baik lagi jika nama label yang digunakan sesuai dengan inti atau tema dari isi keseluruhan blog kita, bukan begitu kang Agus..??? šŸ˜€

    Suka

  3. wah..blog saya masuk dalam postingan ni kang? bolehlah nanti saya rubah apabila sekiranya mengganggu keharmonisan bersama. hatur nuhun kang tos ngemutan.

    Suka

  4. Sudah saya rubah kang. Silahkan kalau sekiranya masih ada yang mau di kritik. Saya tunggu kritik dan sarannya agar blog saya tidak mengganggu kenyamanan bersama. Terima kasih kang Agus.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s